Hiking tanpa persiapan
rencana untuk pergi hiking bersama 2 orang teman saya memang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, tapi karena berbagai halangan, maka rencana hiking itu selalu gagal. diawali oleh chat teman saya yang bernama pebi di grup kita ber 3, jumat malam dia mengusulkan untuk pergi ke gunung burangrang, kami menyetujui rencana tersebut hannya saja tinggal penjadwalan hari dan tanggal kita berangkat. rencana awal kita pergi minggu depan dari hari itu, kami bertiga setuju dan mengosongkan jadwal di tanggal tersebut. selang beberapa jam kemudian pebi mengirim pesan kembali di grup kami, mengabarkan kalau minggu depan dia ada acara yang sangat mendadak dan tidak bisa dibatal kan. dengan ide gila nya dia mengusulkan untuk mengganti jadwal menjadi keesokan harinya dan berangkat bersama 3 orang teman cowonya yang sudah sering pergi ke gunung itu. saya dan teman saya bernama aning sangat kaget bahkan kami mempunyai acara tersendiri dihari itu. dengan berbagai perdebatan di grup itu akhirnya keputusan yang kami ambil adalah pergi ke gunung burangrang setelah kami selesai dari acara masing-masing dan karena tidak ada persiapan sama sekali, kami tidak menginap atau berkemah, karena memang hannya puncak burangrang yang kami incar saat itu. akhirnya saya membawa perlengkapan yang sangat seadanya, saya hannya menggunakan sling bag eiger dan kedua teman saya menggunkan tas ransel kecil. kami janjian untuk bertemu di sma kami. lalu kami pergi menggunakan grab car menuju stasiun ledeng. di stasiun ledeng itu lah kami berteme dengan 3 teman pebi. karena mereka bertiga membawa motor, maka jumlah kami pas 1 motor berdua.
kami pun sampai di pemukiman warga pukul 12.00 siang hari lalu menitipkan motor di rumah pak rt, dan melanjutkan perjalanan ke gunung burangrang dengan berjalan kaki, sebelumnya kami berhenti dulu untuk mengisi kantong air pada selang yang terputus dan air nya mengalir begitu saja. perjalanan terasa sangat jauh dan berat karena tanjankan yang curam. kami berhenti di setiap posnya. di pos pertama kami berhenti untuk minum dan ternyata teman pebi membawa mie instan dan kami disuruh untuk memakannya. sekitar 4-5 jam perjalanan kami akhirnya sampai di puncak burangrang pemandangan yang sangat indah dan inilah yang selalu saya rasakan saat hiking, rasa cape, pegel semua kebayar ketika melihat pemandangan dari puncak gunung. kita bener bener menikmati sampai-sampai lupa waktu, ga kerasa udah jam set 5 sore. kami langsung membereskan semua perlengkapan, dan segera turun, hari semakin malam, pukul 19.00 kami masih berada ditengah hutan, kami memanfaatkan flash hp untuk penerangan kami dan karena jalan yang sangat curam saya sempat jatuh masuk kedalam lubang yang cukup dalam,sepundak orang dewasa, hp saya terlempar namun untuk tidak jatuh ke jurang yang jaraknya hannya beberapa centi lagi. kami tidak terlalu banyak bicara karena memang suasana terasa sudah sangat berbeda. kami hannya bicara seperlunya saja. saat adzan isya kami berisitirahat terlebih dahulu, sambil mengobrol untuk mencairkan suasana. hanya beberapa menit kami duduk lalu melanjutkan perjalanan, sempat terpikir untuk menginap ditengah hutan itu karena sudah terlalu larut malam, namun melihat kami tidak membawa tenda atau apapun itu kami para cewe berpikir itu juga akan jauh sangat membahayakan diri kami ketika sedang tidur. mereka (anak laki-laki) pun setuju, akhirnya kita melanjutkan perjalanan.
sekitar pukul 20.15 kami sampai di rumah pak rt tempat kami menitipkan motor, lalu kami istirahat sebentar di halaman rumahnya, kami disuguhi air putih hangat, ikut ke toilet dan meluruskan kaki sejenak. tidak berlama-lama, akhirnya kami langsung pamit dan menuju perjalanan pulang. karena kami sangat lapar, ditengah jalan kami mampir ke mini market untuk beli susu hangat dan nasi goreng sekitar mini market itu, kami makan setelah itu lanjut pulang, saya dan kedua teman saya hannya diantar sampai stasiun ledeng, karena memang rumah teman pebi itu daerah situ dan kalau harus nganterin kami sampai rumah terlalu jauh, akhirnya sekitar pukul 22.00 kami sampai terminal ledeng, tapi ada tragedi dimana hp pebi ilang ! kami panik dan pebi berusaha mengingat-ngingat, dan seingat dia, dia menyimpan hp nya saat di mini market dan lupa mengambilnya. teman pebi kembali ke mini market dan mengeceknya dan sudah tidak ada. dan mba mba mini market itu bilang setelah kami pergi datang segerombolan anak laki-laki yang duduk di tempat kami.
pebi udah nangis karena hp yang dia beli itu hasil dari gaji dia selama dia kerja. sekitar sejam kita duduk di sekitar terminal ledeng, akhirnya pebi mengiklaskan dan pesan grab car untuk mengantarkan kita pulang kerumah.
Komentar
Posting Komentar